welcome to my blog

Sabtu, 04 Juni 2016

Pemeriksaan Trombosit

I.Bahan Pemeriksaan : Darah Vena dan kapiler
II.Tujuan                     :-Untuk mengetahui jumlah trombosit dan leukosit dalam lapang pandang
                                      -Untuk mengetahui jumlah trombosit dan erytrosit
III.Metode                  : Cara Langsung (Rees dan Ecker) dan Tak Langsung (Fonio)
IV.Prinsip                    :-Darah di campur dengan reagen rees ecker kedalam pipet erytrosit                       sampai tanda 101.
 -Dilakukan dengan penambahan Magnesium Sulfat yang berfungsi sebagai pengenceran .
V.Alat dan Bahan:
Pipet eritrosit                                                   darah kapiler
Bilik hitung                                                     darah vena
Lancet                                                             reagen rees ecker dan Giemsa
Mikroskop                                                       Magnesium sulfat
Kaca preparat                                                  Alkohol
VI.Dasar Teori
Trombosit berasal dari fragmentasi sitoplasma megakariosit, suatu sel muda yang besar dalam sumsum tulang. Megakariosit matang ditandai proses replikasi endomiotik inti dan makin besarnya volume plasma, sehingga pada akhirnya sitoplasma menjadi granular dan terjadi pelepasan trombosit. Setiap megakariosit mampu menghasilkan 3000 - 4000 trombosit, waktu dari diferensiasi sel asal (stem cell) sampai dihasilkan trombosit memerlukan waktu sekitar 10 hari. Umur trombosit pada darah perifer 7-10 hari. Trombosit adalah sel darah tak berinti, berbentuk cakram dengan diameter 1 - 4 mikrometer dan volume 7 – 8 fl. Trombosit dapat dibagi dalam 3 daerah (zona), zona daerah tepi berperan sebagai adhesi dan agregasi, zona “sol gel” menunjang struktur dan mekanisme interaksi trombosit, zona organel berperan dalam pengeluaran isi trombosit. Fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbatan mekanis sebagai respon hemostatik normal terhadap luka vaskuler, melalui reaksi adhesi, pelepasan, agregasi dan fusi serta aktivitas prokoagulannya. Nilai normal trombosit bervariasi sesuai metode yang dipakai. Jumlah trombosit normal menurut Deacie adalah 150 – 400 x 109 / L. Bila dipakai metode Rees Ecker nilai normal trombosit 140 – 340 x 109/ L, dengan menggunakan Coulter Counter harga normal 150 – 350 x 109/L. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bahan pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan trombosit dalam laboratorium dan kelainan trombosit yang mungkin terjadi
VII.Cara Kerja:
1.                  Isaplah larutan REES ECKER ke dalam pipet eritrosit samapi garis tanda “1″ dan buanglah lagi cairan itu.
2.                  Isaplah darah sampai garis tanda “0,5″ dan cairan REES ECKER sampai garis tanda “101″. Segeralah kocok selama 3 menit.
3.                  Teruskan tindakan seperti menghitung eritrosit dalam kamar hitung.
4.                  Biarkan kamar hitung yang telah terisi dalam sikap datar dengan deglass tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap
5.                  Hitunglah semua trombosit dalam seluruh bidang besar di tengah-tengah (1 mm kuadrat) memakai lensa objektif besar.
6.                  Jumlah itu dikalikan 2.000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah.
·                     
VIII.Hasil
Nama : Eka Partiwi
Umur : 19 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat: Kota Baru, Jambi

jadi, jumlah sel trombosit adalah
= 155 x 2000
= 310.000
IX.Pembahasan
Trombosit sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sukar dibedakan dengan kotoran kecil. Dan ditambah dengan sifatnya yang cenderung melekat pada permukaan asing (bukan endotel utuh) dan menggumpal-gumpal.Ada dua cara yang lazim di pakai, yaitu cara langsung dan cara tidak langsung. pada cara tidak langsung jumlah trombosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit, sedangkan jumlah eritrosit itulah yang sebenarnya dihitung.Untuk mencegah trombosit melekat pada permukaan asing, dianjurkan untuk menggunakan alat-alat gelas yang dilapisi silikon atau alat-alat plastikPerlu diperhatikan dalam pengambilan sampel darah kapiler adalah sebelum penusukan dimulai keadaan setempat perlu diperhatikan dengan seksama, merupakan kontra indikasi adalah adanya bekas-bekas luka, keradangan, dermatitis ataupun oddema. Pengambilan darah kapiler dapat dilakukan bila jumlah darah yang dibutuhkan sedikit saja, atau dalam keadaan emergency, karena selain jumlah darah yang diambil sedikit sehingga jika terjadi kesalahan dalam pemeriksaan akan sulit untuk menanggulangi. Kesulitan-kesulitan yang sering terjadi dalam pengambilan sampel darah ini adalah, apabila kulit sekitar luka tusukan tidak kering karena alkohol atau keringat, maka tetesan darah yang keluar tidak dapat mengumpul melainkan menyebar ke sekitarnya sehingga sukar untuk mengambilnya. Lagipula bahan darah semacam ini tidak boleh digunakan karena sudah bercampur dengan bahan lain.
Darah tidak dapat keluar dengan lancar. Hal ini biasanya karena penusukan yang kurang dalam atau peredaran darah setempat kurang baik. Usaha untuk melancarkan pengeluaran darah dengan memijat akan sia-sia karena darah yang keluar tidak dapat dipergunakan karena sudah tercampur dengan cairan jaringan sehingga hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang lebih rendah dari yang sebenarnya. Pemeriksaan hitung jumlah trombosit dalam laboratorium dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung menggunakan metoda Rees Ecker, metoda Brecher Cronkite dan Cell Counter Automatic Metode Rees Ecker. Darah diencerkan dengan larutan BCB (Brilliant Cresyl Blue), sehingga trombosit akan tercat terang kebiruan. Trombosit dihitung dengan bilik hitung di bawah mikroskop, kemungkinan kesalahan metode Rees Ecker 16-25%.Metode Estimasi Babara Brown ini dilakukan dengan/anpa menggunakan MgSO4.Menghitung trombosit menggunakan lapang pandang 1000x dalam 10-15 kali lapang pandang.
REFERENSI.
Sotianingsih. Uji diagnostik pemeriksaan sediaan apus darah tepi dalam menilai fungsi agregasi trombosit.Dipresentasikan pada pertemuan PHTDI di Semarang, 2001. 
Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar – dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta . Sagung Seto, 2002. 
Budiwiyono I. Prinsip pemeriksaan preparat hapus darah tepi. Dalam : Imam BW, Purwanto AP ed. Workshop Hematologi III. Keganasan hematologik. Pembacaan preparat darah hapus (Workshop Hematologi III). Semarang. Bagian PK FK Undip, 1995 : 19 – 2

Tidak ada komentar: